{"id":129,"date":"2012-04-08T11:32:15","date_gmt":"2012-04-08T04:32:15","guid":{"rendered":"http:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/?page_id=129"},"modified":"2012-04-08T11:34:14","modified_gmt":"2012-04-08T04:34:14","slug":"tugas-personal-5","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/dpage\/tugas-personal-5\/","title":{"rendered":"Tugas Personal 05"},"content":{"rendered":"<p align=\"center\"><strong>MANFAAT DAN DAMPAK JEJARING SOSIAL BAGI PERUSAHAAN<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sosial networking telah menjangkiti masyarakat Indonesia terutama pada perusahaan. Indonesia bahkan telah lama dinobatkan sebagai pengguna Facebook terbesar kedua dan baru \u2013 baru ini India menggeser posisi tersebut ke tempat ketiga dengan jumlah pengguna 43.06 juta. Jakarta merupakan kota dengan pengguna Facebook terbanyak di seluruh dunia dengan 17.5 juta, diikuti Istanbul (9.6 juta), Mexico City (9.4 juta), dan London (7.7 juta). Berdasar histori penggunaan Twitter semenjak 1 November 2010 hingga sekarang, Indonesia menempati posisi ketiga setelah Amerika Serikat dan Brazil dengan prosentase 11.29% dari keseluruhan pengguna dari segala penjuru dunia. Bisa dikatakan aktivitas masyarakat Indonesia terhadap sosial media sangat tinggi kebergantungannya. Ada banyak hal yang menguntungkan dengan menggunakan sosial media, namun bagaimanapun juga terdapat kerugian juga terutama bagi perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bagi pertumbuhan perusahaan sendiri telah banyak yang menggunakan sosial media sebagai salah satu sarana promosinya. Tidak hanya sebatas Facebook dan Twitter saja, ada juga LinkedIn dan Google+ yang kini mulai banyak dimanfaatkan oleh perusahaan \u2013 perusahaan di Indonesia. Jejaring sosial sebagai bentuk Customer Relationship Management (CRM) yang paling mumpuni dengan dukungan teknologi informasi adalah fakta yang tidak diragukan lagi. Dengan memanfaatkan jejaring ini, perusahaan dapat berkomunikasi lebih dinamis dan interaktif dengan publik termasuk para stakeholder (pembeli, pelanggan, pemasok dan mitranya) serta lebih cepat dalam memperoleh feedback (kritik, saran, gagasan, keluhan, ide). Secara umum, berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian penggunaan jejaring sosial dalam perusahaan,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>KEUNTUNGAN<\/strong><\/p>\n<p>Sudah tentu penggunaan jejaring sosial ini dapat memperluas pergaulan dan juga dapat digunakan sebagai media promosi. Telah banyak entrepreneur yang sukses dan meraup profit besar dengan mengandalkan sistem informasi dan kegiatan promosi online. \u2018<em>multiplier effect<\/em>\u2019 yang diperoleh jelas lebih dahsyat. Promosi program baru perusahaan dapat menjangkau lebih banyak konsumen, calon konsumen maupun jenis audiens lainnya. Riset pemasaran juga bisa memanfaatkan media ini di mana hasil riset diperoleh lebih cepat dan bisa digunakan langsung untuk merancang strategi penjualan perusahaan. Jangkauan dan ruang lingkup perusahaan meluas. Informasi yang disampaikan lewat media ini memiliki jangkauan global pengelolaan akun yang jauh lebih mudah dibandingkan situs web. Dan lagi, semua jejaring sosial dapat dimanfaatkan secara gratis, kecuali untuk beberapa fitur tambahan. Dengan melakukan aktivitas browsing pada situs YouTube, Facebook, Twitter atau jejaring sosial lainnya, dapat diketahui feedback dan persepsi publik yang \u2018lebih jujur\u2019 dan \u2018lebih spontan\u2019 terhadap perusahaan ataupun merek yang perusahaan miliki. Apa yang disukai, tidak disukai, menarik perhatian, lucu, tidak berkenan dan lainnya. Selain itu informasi sejenis bisa diperoleh melalui common interest group, fans page serta Google Alert.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>KERUGIAN<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Mengurangi tingkat produktivitas<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan penggunaan jejaring sosial yang bagaikan air bagi kehidupan dalam kehidupan sehari \u2013 hari, bagi perusahaan sangat dimungkinkan mengalami\u00a0 beban juga terutama berkaitan dengan produktivitas serta kinerja karyawan. Berkurangnya produktivitas adalah alasan yang paling umum dilontarkan pihak manajemen untuk memblokir akses ke situs jaringan sosial. Seperti yang pernah diberitakan BBC News, Dewan Kota Portsmounth di Inggris melarang akses Facebook, Twitter dan sejenisnya, setelah menemukan bahwa sejumlah pegawai menghabiskan hampir 400 jam sebulan di Facebook. Ini menunjukkan bahwa gaji terbuang, dan membuat wajib pajak marah. Demi alasan keamanan nasional, Korps Marinir AS juga membuat keputusan yang sama sehubungan dengan Facebook. Dari beberapa pegawai yang diwawancarai Nucleus Reserch, ditemukan bahwa dari 77% pegawai yang memiliki account Facebook, 61% mengunjunginya selagi ditempat kerja selama rata-rata 15 menit per hari, yang mengakibatkan kurangnya produktivitas 1.47% dari seluruh populasi pegawai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>Malware, pencurian identitas, dan kebocoran data yang dapat membahayakan perusahaan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Situs jaringan sosial dapat menjadi \u201ckendaraan\u201d pengirim malware dan spyware yang diam \u2013 diam ditanamkan cybercriminal. Program \u2013 program berbahaya ini dapat menyebar keseluruh jaringan internal perusahaan. Dengan menghancurkan atau menonaktifkan sistem dan data yang dibutuhkan pegawai untuk melakukan pekerjaan mereka, malware dapat memberi dampak yang luar biasa terhadap produktifitas juga, disamping \u201cmembuang-buang waktu\u201d bagian TI. Malware dan spyware juga dapat membombardir jaringan intenal. Dengan spam, serangan phising, dan mencuri nama user dan password. Selain itu,waktu yang dibutuhkan bagian TI untuk melawan malware dan serangan spyware bisa sangat mahal. Para cybercriminal seringkali tidak perlu spywere canggih untuk mendapatkan informasi rahasia perusahaan. Perusahaan \u2013 perusahaan kini telah menggunakan sistem informasi yang terintegrasi dengan accounting. Perusahaan \u2013 perusahaan besar telah menggunakan sistem transaksi online yang tentu akan sangat berbahaya jika cybercriminal menyusup masuk untuk mendapatkan akses perusahaan. Di Indonesia sendiri setidaknya terdapat 1.5 juta ancaman internet setiap harinya. Para pengguna jaringan sosial seringkali menjadi lebih terbuka tentang informasi peribadi atau rahasia di situs jaringan sosial. Meskipun pengguna Facebook dapat membatasi halaman mereka kesejumlah \u201cteman \u2013 teman\u201d saja, banyak pengguna yang membuka profil mereka ke public dan berteman dengan orang yang tidak dikenal, termasuk \u201ckolega\u201d tidak dikenal yang mengaku bagian dari perusahaan yang sama (terutama diperusahaan yang besar, dimana karyawan tidak bisa mengenal semuanya).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>Konsumsi <em>bandwith<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Video,media streaming lainnya dan download YouTube, MySpace, dan Flickr dapat mengkonsumsi sejumlah besar bandwidth. Ketika pegawai sibuk mendownload video misalnya, aplikasi bisnis penting bisa menjadi sangat lambat. Jika perusahaan tidak membatasi akses ke situs \u2013 situs tersebut, mereka akan mengalami penurunan produktivitas atau menambah investasi dengan memperbesar <em>bandwidth<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>Membahayakan kesehatan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kecanduan situs jejaring sosial bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolah raga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah bahkan obesitas. Kerusakan fisik juga mungki terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikian beberapa hal yang perlu diambil intisarinya dalam penggunaan jejaring sosial berikut manfaat dan kerugiannya terutama bagi perusahaan. Dan sekadar tambahan untuk beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan media ini adalah memastikan konsistensi semua pesan yang disampaikan melalui berbagai platform yang ada. Ini diperlukan untuk menjaga citra perusahaan. Mudah dilaksanakan karena integrasi antar platform jejaring sosial sudah tersedia. Walaupun suasana komunikasi bersifat informal, perlu diingat bahwa akun yang dibuat mewakili perusahaan sehingga profesionalisme harus tetap dijaga. Dengan komunikasi yang lebih intensif dan ekstensif, user engagement akan menjadi lebih lama, sehingga kedekatan emosional dan sense of belonging mereka juga meningkat. Perusahaan wajib memberikan respons dan jawaban terbaik agar \u2018mind share\u2019 maupun \u2018heart share\u2019 public tetap terjaga. Jenis informasi yang disampaikan juga harus dibedakan berdasarkan jenis komunikan, apakah itu pembeli, pengguna, konsumen, mitra, pemasok dan lainnya. Dan untuk menanggulangi kerugian \u2013 kerugian yang akan mungkin ditimbulkan akibat kebergantungan penggunaan jejaring sosial, sebuah kebijakan perusahaan yang efektif akan mencakup setidaknya tiga komponen utama yaitu sosialisasi pegawai yang berkelanjutan, aturan dan sanksi, dan menggunakan web filtering.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber :<\/p>\n<p>Lecture Note \u2013 Modul 7 Pengantar Teknologi Informasi Binus Online Learning<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.300ribu.com\/kala-jejaring-sosial-rasuki-jiwa-perusahaan\">http:\/\/www.300ribu.com\/kala-jejaring-sosial-rasuki-jiwa-perusahaan<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/aworldoftweets.frogdesign.com\/\">http:\/\/aworldoftweets.frogdesign.com\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/blog.fastncheap.com\/resiko-dan-manfaat-jaringan-sosial-di-tempat-kerja\/\">http:\/\/blog.fastncheap.com\/resiko-dan-manfaat-jaringan-sosial-di-tempat-kerja\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.mediaindonesia.com\/read\/2012\/02\/02\/295845\/292\/7\/India-Salip-Jumlah-Pengguna-Facebook-Indonesia-\">http:\/\/www.mediaindonesia.com\/read\/2012\/02\/02\/295845\/292\/7\/India-Salip-Jumlah-Pengguna-Facebook-Indonesia-<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MANFAAT DAN DAMPAK JEJARING SOSIAL BAGI PERUSAHAAN &nbsp; Sosial networking telah menjangkiti masyarakat Indonesia terutama pada perusahaan. Indonesia bahkan telah lama dinobatkan sebagai pengguna Facebook terbesar kedua dan baru \u2013 baru ini India menggeser posisi tersebut ke tempat ketiga dengan jumlah pengguna 43.06 juta. Jakarta merupakan kota dengan pengguna Facebook terbanyak di seluruh dunia dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3873,"featured_media":0,"parent":63,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-129","page","type-page","status-publish","hentry","count-0","even alt","author-dheedayries","last"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3873"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":132,"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/129\/revisions\/132"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/63"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dheedayries.blog.binusian.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}